Physical stability test of moringa leaf extract (Moringa oleifera L.) in mouthwash preparation

Uji stabilitas fisik ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dalam sediaan obat kumur

Authors

  • Wulan Anggestia Bagian Oral Biology, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
  • Netta Anggraini Bagian Periodontia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
  • Fathinah Nuha Mahasiswa, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah

Abstract

Obat kumur yang beredar pada saat ini banyak memiliki risiko efek samping dan juga tidak sedikit berbahan sintetis yang memiliki aroma yang menyengat sehingga dibutuhkan obat kumur alternatif lain yang berbahan dasar herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik ekstrak daun kelor (EDK) dalam sediaan obat kumur berdasarkan uji pH, viskositas, stabilitas, dan organoleptik. Dengan desain post-test only control penelitian eksperimen menggunakan sampel mahasiswa pre-klinik angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Ekstrak DK dibuat menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% menjadi sediaan obat kumur 0,01%, 0,02%, 0,04%; kontrol positif yaitu klorheksidin 0,2%, dan kontrol negatif, yaitu akuades. Stabilitas fisik obat kumur dievaluasi warna, aroma, rasa, dan bentuknya. Obat kumur EDK 0,01%, 0,02%, dan 0,04% memiliki nilai pH netral, dengan uji stabilitas yang baik tanpa pemisahan, viskositas memenuhi standar (?7,25 cPs), uji organoleptik disukai lebih dari 80% responden. Disimpulkan bahwa pada EDK dalam sediaan obat kumur memiliki stabilitas fisik yang baik dan paling disukai oleh responden dengan konsentrasi 0,02%.

Downloads

Published

2025-08-01