Prevalence and radiographic features of ameloblastoma at Hasanuddin University Dental Hospital

Prevalensi dan gambaran radiografis ameloblastoma di RSGM Universitas Hasanuddin

Authors

  • Gavrila Samitra Dwiputri Oral and Maxillofacial Radiology Specialist Program, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University
  • Barunawaty Yunus Department of Oral and Maxillofacial Radiology, Faculty of Dentistry, Hasanuddin University

Keywords:

ameloblastoma, radiografi, prevalensi, mandibula

Abstract

Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang sebagian besar terjadi pada mandibula. Secara radiografi, tampilan lesi bervariasi dan unik karena variasi anatominya. Penelitian deskriptif ini menganalisis kasus ameloblastoma, dengan penekanan pada prevalensi dan gambaran radiografi dengan menggunakan pendekatan retrospektif dan desain cross-sectional. Sampel diambil secara purposive sampling pada data sekunder yang diambil dari Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin pada periode Januari-Desember 2023. Sebanyak 13 kasus yang terdiagnosis secara klinis dan radiografi diikutsertakan dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa penderita ameloblastoma berada pada kelompok usia 15-67 tahun dan usia 20-29 tahun merupakan kelompok yang paling terdampak (46,15%). Rasio laki-laki:perempuan adalah 1,2:1. Semua kasus terjadi di mandibula dan unilateral. Ameloblastoma tipe multilokular dan unilokular masing-masing sebanyak 8 kasus (61,54%) dan 5 kasus (38,46%). Gambaran soap-bubble, spider-web-like pattern, dan honeycomb terlihat pada varietas multilokular. Resorpsi akar dengan derajat yang bervariasi terlihat jelas pada 8 kasus (61,54%). Disimpulkan bahwa ameloblastoma paling sering muncul pada dekade ketiga kehidupan, lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, dan dominan bersifat multilokular. Radiografi merupakan bantuan penting untuk diagnosis berbagai jenis lesi mulut, terutama yang melibatkan tulang.

Downloads

Published

2025-04-01